“Karenanya
harus ada kebijakan maupun panduan yang disesuakan untuk Infrastruktur
di Indonesia terkait penanganan resiko bencana alam tersebut”, ujar
Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Hediyanto W. Husaini pada Seminar
dengan topik “Policy of Disaster Safe Infrastructure in Indonesia,”
khususnya disaster managerial and technical policy on infrastructure of
public works, di Padang Senin (24/06).
Menurut
Hediyanto, kebijakan yang mengurangi resiko bencana alam , pembangunan
infrastruktur yang mempertimbangkan resiko tersebut dan pemberdayaan
masyarakat dalam menghadapinya adalah keharusan. Karena tidak mungkin
melaksanakan sebuah program apapun itu, jika terjadi kejadian luar biasa
diluar kuasa semua pihak, seperti bencana alam.
Masih
segar dalam memori semua rakyat Indonesia, dalam beberapa dekade
terakhir ini saja, tercatat telah terjadi bencana alam dengan tingkat
kerusakan yang tinggi dengan korban jiwa dan pengungsi mencapai jumlah
ribuan. Seperti gempa bumi dan tsunami di Nangroe Aceh Darussalam pada
tahun 2004, gempa bumi di Nias pada tahun 2006, gempa bumi di Sumatera
Barat pada tahun 2009 dan gunung berapi di Jawa Tengah pada tahun 2010.
Belum lagi banjir tahunan yang kerap melanda pada bebera area di
Indonesia.
Kebijakan
tersebut tertuang dalam pengaturan penataan ruang, pengenalan early
warning systems, penggunaan materal dan perlengkapan saat tanggap
darurat, pertimbangan jalur evakuasi, akses, pemulihan infrastruktur
pubik dengan rehabilitasi dan rekonstruksi program yang dijelaskan dalam
kesempatan tersebut.
Seminar
ini terlaksana melalui kerjasama Indonesia – Perancis yang diadakan di
Univesitas Andalas, Padang selama 2 hari pada tanggal 24 – 25 Juni 2013.
Kepala BP Konstruksi menjadi salah satu narasumber dengan tema “Land
Use Planning in Coastal Regions Facing Natural Risks”.
“I do
expect this conference will provide shared ideas and knowledge as well
as lessons learned on how to cope with disasters, that we have been
experiencing for very long time”, ungkap Hediyanto di akhir materinya.
(mey/tw/hl) #Padang 25/06/2013 (BP Konstruksi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar