Pasar bisnis konstruksi 2014 diproyeksi Rp407,38 triliun
foto: ilustrasi
JAKARTA
(WIN): Para pelaku usaha konstruksi masih banyak harapan di tahun 2014.
Pasalnya pasar konstruksi nasional pada tahun ini diperkirakan mencapai
Rp407,38 triliun, atau meningkat 10,12% dari realisasi 2013 yang
tercatat Rp369,94 triliun.
Perkiraan kenaikan pasar konstruksi
2014 ini disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan (BP) Konstruksi,
Kementerian Pekerjaan Umum, Hediyanto W Husaini di Jakarta, Kamis (9/1) –
meski diakui proyeksi itu baru angka sementara yang diambil berdasarkan
sejumlah proyek yang akan dibangun tahun ini. Kemungkinan besar angka
masih akan bertambah."Jumlah pasar konstruksi ini bisa bertambah bila ada proyek yang akan pada tahun berjalan. Perkiraan itu berbasis pada hitungan proyek yang dibangun dengan pendanaan APBN, APBD, proyek-proyek BUMN dan BUMD, serta pinjaman modal dalam negeri dan pinjaman modal asing.
Menurut kebiasaan, kata Hediyanto, pertumbuhan pasar konstruksi selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Pada 2013, pasar konstruksi bertumbuh sekitar 29,80% menjadi Rp369,94 triliun dari 2012 sebesar Rp284,99 triliun. "Dalam lima tahun ke depan, pasar konstruksi diperkirakan bisa mencapai Rp1.000 triliun dengan asumsi tiap tahun terjadi kenaikan pasar sebesar Rp100 triliun," katanya.
Dari sisi kontribusi industri konstruksi terhadap produk domestik bruto (PDB) juga cenderung bertumbuh dari sekitar 7,07% pada 2009 hingga menjadi 10,54% pada 2013. “Saat ini kontribusi konstruksi terhadap PDB masih kalah dibandingkan perdagangan yakni 13% dan sektor pertanian 14.”
Namun, tambahnya, pertumbuhan di dua sektor itu cenderung melambat dan turun, sedangkan sektor konstruksi terus bertumbuh. Sehingga sangat memungkinkan untuk dua hingga tiga tahun ke depan, kontribusi konstruksi terhadap PDB bisa menyamai kedua sektor tersebut.
Kepala Pusat Sumber Daya Investasi BP Konstruksi, M Natsir menambahkan, pembiayaan pembangunan infrastruktur sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2010-2014 pada tahun ini dialokasikan sebesar Rp469,7 triliun. Jumlah itu terdiri, dari APBN Rp208,7 triliun, APBD Rp103,9 triliun, BUMN Rp89,9 triliun dan swasta Rp 67,2 triliun.(win5)
sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar