Senin, 30 Juni 2014

LPSE WONOGIRI-----Membentengi Diri di Lingkup Usaha Jasa Konstruksi

Membentengi Diri di Lingkup Usaha Jasa Konstruksi


PentaOceanKecil
Kagum dengan kinerja KPK, jajaran pimpinan Penta Ocean –sebuah perusahaan jasa konstruksi yang berpusat di Jepang- menyelenggarakan pelatihan internal bagi para karyawannnya. Kegiatan berdurasi 4 jam itu diikuti oleh 20 orang peserta dengan metode presentasi dan diskusi pada Sabtu (15/1). Menurut Rudi, koordinator acara, kegiatan ini diselenggarakan atas perintah langsung jajaran direksi yang menginginkan perusahaannya bebas dari praktik korupsi.
“Para pimpinan menginginkan jika perusahaan di Jakarta tidak terlibat praktek korupsi. Makanya kami minta di-training oleh KPK agar terhindar dari praktek korupsi”, tambahnya.
Dari hasil diskusi mengemuka sejumlah fenomena korupsi yang lazim terjadi dalam usaha jasa konstruksi. Salah satunya adalah masalah perizinan mendirikan bangunan atau IMB. Di beberapa wilayah, instansi yang bertanggungjawab mengeluarkan perizinan telah memasang tarif.
Menurut salah seorang peserta yang enggan disebut namanya, besaran tarifnya adalah 25% dari total nilai proyek dan tarif itu tidak bisa ditawar. Biasanya uang itu akan diantar langsung kepada mereka secara hard cash. “Saya pernah antar uangnya dengan menggunakan kardus Aqua dan tidak menggunakan tanda terima atau kwitansi,” ungkapnya.
Setelah transaksi selesai, baru surat izinnya keluar. “Sebenarnya saya tidak mau melakukannya, tapi kalau tidak dilakukan maka izinnya tidak keluar, artinya proyek tidak bisa mulai dan kami akan merugi. Kalau sudah begini pasti nanti saya yang kena tegur atasan,” tambahnya.
Contoh praktik korupsi di atas sudah berlangsung lama. Dan perusahaan sudah pernah coba melaporkan kasus ini tapi tidak jadi dilakukan karena diancam tidak akan keluar izinnya. “Jadi dari pada masalah, lebih baik mengalah,” imbuhnya.
Sebagai perusahaan asing, tentu saja suap di luar ketentuan itu membuat jajaran pemimpin yang berada di luar negeri terheran-heran, apalagi tidak ada tanda buktinya. Karena itu, kegiatan in house training ini menjadi begitu penting sekaligus menunjukkan bahwa sektor swasta peduli terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Usai kegiatan, para peserta berkomitmen untuk berperilaku jujur yang dimulai dari diri sendiri.


SUMBER :  KLIK

Tidak ada komentar: