Sektor Konstruksi Masih Hadapi Masalah Pengadaan Barang dan Jasa
(Berita Daerah – Nasional)
Infrastruktur merupakan hambatan nomor tiga setelah korupsi dan
birokrasi dalam membangun Indonesia. Disebut hambatan salah satunya
karena masih banyak ditemukan permasalahan terkait pengadaan barang/jasa
sektor konstruksi.
Oleh karena itu, bila ada permasalahan
didalam proses tender maka harus dilaporkan ke Kementerian PU atau
Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
Kepala Dinas dan LPJK dihimbau harus
terbuka dalam menangani masalah jasa konstruksi. Pejabat harus siap
untuk menerima keluhan masyarakat tiap saat. Pejabat juga jangan lakukan
saling kritik di depan umum karena akan melemahkan Indonesia.
Untuk memajukan sebuah negara, perlu
didukung oleh kontraktor yang baik, dan untuk mendapatkan kontraktor
yang baik, maka harus berpikir positif terhadap kontraktor, kekompakan
harus dibangun oleh sesama pelaku jasa konstruksi.
Kontraktor akan menjadi hebat apabila
ada kerjasama atau pembinaan yang didukung oleh instansi pemerintah dan
swasta. Di sinilah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi
harus membantu daerahnya sendiri.
Pemerintah memperkirakan pasar
konstruksi nasional pada tahun ini mencapai Rp407,38 triliun atau
meningkat sekitar 10,12 persen dibandingkan realisasi 2013 senilai
Rp369,94 triliun. Peningkatan pasar konstruksi ini didorong oleh upaya
pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di tanah air.
Nilai pasar konstruksi tahun ini baru
angka sementara yang diambil berdasarkan sejumlah proyek yang akan
dibangun pada tahun ini. Jumlah pasar konstruksi ini bisa bertambah bila
ada proyek yang akan diluncurkan pada tahun ini.
Pasar konstruksi tersebut berasal dari
sejumlah proyek yang dibangun dengan pendanaan dari anggaran pendapatan
dan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja daerah
(APBD), badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah
(BUMD), serta pinjaman modal dalam negeri dan pinjaman modal asing.
Sementara itu, pertumbuhan pasar
konstruksi selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Contohnya, pada
2013, pasar konstruksi bertumbuh sekitar 29,80 persen menjadi Rp369,94
triliun dari 2012 sebesar Rp284,99 triliun.
Dalam lima tahun ke depan, pasar
konstruksi diperkirakan bisa mencapai Rp1.000 triliun dengan asumsi tiap
tahun terjadi kenaikan pasar sebesar Rp100 triliun.
Jika dilihat dari sisi kontribusi
industri konstruksi terhadap produk domestik bruto (PDB), juga cenderung
bertumbuh dari sekitar 7,07 persen pada 2009 hingga menjadi 10,54
persen pada 2013.
Saat ini kontribusi konstruksi terhadap
PDB masih kalah dibandingkan perdagangan sekitar 13 persen dan pertanian
14 persen. Namun, pertumbuhan di dua sektor itu cenderung melambat dan
turun, sedangkan sektor konstruksi terus bertumbuh.
Jadi, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, diyakini jika kontribusi konstruksi terhadap PDB bisa menyamai dua sektor itu.
Pembiayaan pembangunan infrastruktur
sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2010-2014
pada tahun ini dialokasikan sebesar Rp469,7 triliun. Jumlah itu terdiri
dari APBN sebesar Rp208,7 triliun, APBD Rp103,9 triliun, BUMN Rp89,9
triliun dan swasta Rp 67,2 triliun.
SUMBER :
KLIK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar