Senin, 30 Juni 2014

Konstruksi

Sektor Konstruksi Masih Hadapi Masalah Pengadaan Barang dan Jasa

(Berita Daerah – Nasional) Infrastruktur merupakan hambatan nomor tiga setelah korupsi dan birokrasi dalam membangun Indonesia. Disebut hambatan salah satunya karena masih banyak ditemukan permasalahan terkait pengadaan barang/jasa sektor konstruksi.
Oleh karena itu, bila ada permasalahan didalam proses tender maka harus dilaporkan ke Kementerian PU atau Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
Kepala Dinas dan LPJK dihimbau harus terbuka dalam menangani masalah jasa konstruksi. Pejabat harus siap untuk menerima keluhan masyarakat tiap saat. Pejabat juga jangan lakukan saling kritik di depan umum karena akan melemahkan Indonesia.
Untuk memajukan sebuah negara, perlu didukung oleh kontraktor yang baik, dan untuk mendapatkan kontraktor yang baik, maka harus berpikir positif terhadap kontraktor, kekompakan harus dibangun oleh sesama pelaku jasa konstruksi.
Kontraktor akan menjadi hebat apabila ada kerjasama atau pembinaan yang didukung oleh instansi pemerintah dan swasta. Di sinilah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi harus membantu daerahnya sendiri.
Pemerintah memperkirakan pasar konstruksi nasional pada tahun ini mencapai Rp407,38 triliun atau meningkat sekitar 10,12 persen dibandingkan realisasi 2013 senilai Rp369,94 triliun. Peningkatan pasar konstruksi ini didorong oleh upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di tanah air.
Nilai pasar konstruksi tahun ini baru angka sementara yang diambil berdasarkan sejumlah proyek yang akan dibangun pada tahun ini. Jumlah pasar konstruksi ini bisa bertambah bila ada proyek yang akan diluncurkan pada tahun ini.
Pasar konstruksi tersebut berasal dari sejumlah proyek yang dibangun dengan pendanaan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta pinjaman modal dalam negeri dan pinjaman modal asing.
Sementara itu, pertumbuhan pasar konstruksi selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Contohnya, pada 2013, pasar konstruksi bertumbuh sekitar 29,80 persen menjadi Rp369,94 triliun dari 2012 sebesar Rp284,99 triliun.
Dalam lima tahun ke depan, pasar konstruksi diperkirakan bisa mencapai Rp1.000 triliun dengan asumsi tiap tahun terjadi kenaikan pasar sebesar Rp100 triliun.
Jika dilihat dari sisi kontribusi industri konstruksi terhadap produk domestik bruto (PDB), juga cenderung bertumbuh dari sekitar 7,07 persen pada 2009 hingga menjadi 10,54 persen pada 2013.
Saat ini kontribusi konstruksi terhadap PDB masih kalah dibandingkan perdagangan sekitar 13 persen dan pertanian 14 persen. Namun, pertumbuhan di dua sektor itu cenderung melambat dan turun, sedangkan sektor konstruksi terus bertumbuh.
Jadi, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, diyakini jika kontribusi konstruksi terhadap PDB bisa menyamai dua sektor itu.
Pembiayaan pembangunan infrastruktur sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2010-2014 pada tahun ini dialokasikan sebesar Rp469,7 triliun. Jumlah itu terdiri dari APBN sebesar Rp208,7 triliun, APBD Rp103,9 triliun, BUMN Rp89,9 triliun dan swasta Rp 67,2 triliun.

SUMBER : 
KLIK

Tidak ada komentar: