Kamis, 14 Agustus 2014

Tren Manajemen Aset Pada Efisiensi Bisnis Perusahaan

Manajemen aset dapat memperbaiki Performa aset yang merupakan salah satu modal yang sangat penting bagi perusahaan dan dapat mengoptimalkan nilai keuntungan yang diberikan dari investasi asset tersebut Didalam menjalankan bisnisnya pada suatu perusahaan, aset merupakan salah satu modal yang sangat penting. Setiap perusahaan selalu bergantung pada aset vital yang mengendalikan semua operasional bisnisnya, sehingga aset merupakan poin utama yang memberi pengaruh langsung untuk pencapaian sasaran-sasaran dari perusahaan. 
Aset secara garis besar terdiri dari aset tetap, aset fisik dan aset modal. Aset-aset tersebut sering disebut sebagai aset yang bersifat strategis, karena dengan aset tersebut perusahaan dapat mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Dalam mengupayakan pencapaian performansi perusahaan yang lebih baik, sebuah perusahaan harus mampu mengukur beberapa keadaan yang mempengaruhi pertumbuhannya. Keadaan yang terukur ini misalnya, nilai para pemegang saham, pangsa pasar, kemampuan memperoleh keuntungan dan kepuasaan customer. Bila ukuran itu terpenuhi maka perusahaan telah mengelola aset-aset yang dimilikinya dengan baik dan sudah pasti performansi perusahaan tersebut bagus. 
Berikut merupakan langkah-langkah untuk meningkatkan performansi bisnis melalui pengelolaan aset. Pertama, perusahaan harus lebih memfokuskan diri pada pengelolaan aset yang memiliki ketergantungan dan memiliki peran utama didalam mengendalikan operasional perusahaan. Dan kedua, perusahaan harus mengenali kebutuhan untuk mengelola aset-asetnya melalui perspektif strategis organisasi secara keseluruhan. Perspektif strategis digunakan karena mampu menghubungkan antara manajemen aset dengan manajemen strategis perusahaan yang mengelola visi, misi dan strategi dari perusahaan. Atau dengan kata lain, melalui optimalisasi nilai investasi pada aset merupakan bentuk tanggung jawab yang menjangkau baik kepada staf yang berhadapan langsung dengan aset perusahaan ataupun kepada tingkat dimana para eksekutif mengambil keputusan. Semua perusahaan menginginkan untuk mengelola semua aset-asetnya baik gedung, mesin pabrik, sarana bergerak, kemampuan staf, peralatan transportasi dan yang lainnya. 
Pada saat yang sama perusahaan juga ingin mengelola sistem dan proses yang diterapkan. Bila aset dikelola dengan baik dan sistem juga berjalan dengan baik maka perusahaan dapat memperoleh performansi aset dalam skala besar dan menggunakannya untuk mengoptimalkan nilai keuntungan yang diberikan dari investasi aset tersebut. Computerized Maintenance Management System (CMMS) CMMS adalah sistem awal yang akan melatih perusahaan untuk mematangkan perhatiannya terhadap aset-aset yang dimiliki. Sehingga selanjutnya perusahaan dapat memandang aset-asetnya dengan pandangan yang menyeluruh dan terkendali agar dapat mengurangi efek yang diakibatkan dari proses maintenance aset yang kurang sempurna. Konsep CMMS juga merupakan konsep dasar, dimana perusahaan melakukan input data pada aset-aset yang dimiliki sehingga konsep ini mampu memberikan informasi mengenai keadaan dan performasi dari aset. Hal ini penting untuk diketahui karena setiap perusahaan ingin meminimalkan kerugian yang terjadi akibat kerusakan atau ketidaknormalan dari aset khususnya yang berhubungan dengan bagian produksi. Setiap aset memiliki data-data baik yang mengenai data fisik, performansi, teknik, history maupun vendor pembuatnya. Data-data tersebut merupakan atribut dari aset yang bisa memberikan informasi secara detail mengenai aset yang berguna untuk pengelolaan yang lebih efektif dan efisien. Pengelolaan data-data ini merupakan hal yang cukup sulit karena aset memiliki data yang kompleks baik mengenai profil, history dan fungsinya. Pekerjaan komputerisasi data-data aset melalui suatu system/ program yang terintegrasi mutlak diperlukan, karena untuk menghindari kesulitan didalam mengelola dan menindaklanjuti informasi yang diberikan oleh sistem CMMS. Sistem/ program yang terintegrasi ini dimaksudkan untuk mengelola aset-aset yang bekerja secara bersama-sama walaupun setiap aset tidak bergantung satu sama lain. Suatu system/ program dibuat dan diterapkan agar bisa menghasilkan keuntungan-keuntungan, misalnya meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya operasional ataupun untuk meminimalkan resiko kerugian. Aplikasi Selain di Bidang Bisnis Pada dasarnya CMMS berguna untuk mengelola aset-aset perusahaan dengan menggunakan sistem komputer yang terintegrasi untuk pengelolaan data. Setiap perusahaan khususnya yang memiliki aset yang besar sudah pasti memerlukan suatu sistem yang mampu mengelola aset-asetnya. Lalu bagaimanakah dengan bidang-bidang lain selain perusahaan yang bergerak di bidang bisnis. Dibidang pemerintahan, sebagai contoh pada pemerintah daerah tingkat I (pemda I) yang membawahi kabupaten/ kota sebagai lingkup kerjanya. Setiap pemda memiliki asset-aset baik yang berhubungan dengan publik ataupun tidak. Misalnya jalan, bangunan kantor, perangkat-perangkat kantor, sekolah, potensi daerah, dan masih banyak lagi. Manajemen aset diperlukan untuk mengelola aset-aset yang dimiliki tersebut agar pihak-pihak yang mengelola aset mengetahui informasi keberadaan aset beserta kondisi dan statusnya. Melalui sistem CMMS ini pemda I akan segera mengetahui setiap kondisi dari aset sarana-sarana publik yang dimiliki sehingga penanganan baik terhadap perbaikan, pemindahan dan pemeliharaan dapat segera dilakukan. Penanganan aset yang benar secara tidak langsung mengakibatkan tidak terganggunya kebutuhan masyarakat terhadap aset tersebut. Karena proses maintenance terhadap aset dapat segera dilakukan. Maka dari itu pengelolaan aset yang benar dibidang pemerintahan akan mempengaruhi performansi pemerintah didalam melayani kepentingan masyarakat. Begitu pula pada instansi Departemen, BUMN dan instansi pemerintah lainnya. 
Dibidang militer memiliki aset-aset yang berhubungan dengan persenjataan, transportasi, sarana pendidikan dan pelatihan, kantor administrasi, sarana perhubungan dan lain-lain. Aset-aset tersebut merupakan alat untuk menjalankan fungsi utama militer yaitu sebagai aparat penjaga keamanan dan kedaulatan negara. Walaupun dibidang ini selalu mendapatkan fasilitas dari negara tetapi pengelolaan aset yang tidak benar akan menyebabkan menurunnya performansi dalam menjalankan fungsi utamanya tersebut. Anggaran yang diberikan negara selalu tidak pernah cukup untuk membangun sistem pertahanan yang ideal bagi suatu negara. Maka dengan menerapkan sistem manajemen aset yang benar diharapkan penggunaan anggaran selanjutnya dapat lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan yang sangat kritis untuk membangun sistem pertahanan yang kuat. Lain halnya dengan bidang pendidikan. Aset utamanya adalah bangunan sekolah, laboratorium, bahan pustaka, perlengkapan pendidikan dan sebagainya. Dibidang ini kita bisa mengambil contoh pada lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh swasta. Sudah tentu pihak swasta berusaha mencari keuntungan sebesar-besarnya pada bidang yang dikelolanya ini. Pasar yang dibidik atau dalam hal ini calon siswa tentu lebih memperhatikan fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan tersebut. Maka fasilitas serta pelayanan tersebut merupakan aset yang penting bagi lembaga untuk memperoleh pangsa pasar yang besar. Pengelolaan aset-aset tersebut menjadi penting untuk dilakukan dan memerlukan sistem manajemen yang baik agar pengelolaannya tidak salah sasaran. Dengan demikian pengelolaan aset atau sistem manajemen aset yang benar berpengaruh pada perolehan keuntungan bagi lembaga pendidikan swasta. Vendor Yang Menyediakan Program Manajemen Aset JPROLIFIC adalah sistem aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk mengelola aset-aset organisasi. Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan oleh PT. Multiforma Sarana Consultant (www.multiforma.co.id), untuk menjadi solusi bagi organisasi untuk mengelola aset-aset yang dimiliki. Sistem JProlific memiliki fitur-fitur untuk mengelola dan sekaligus memetakan aset dan sub aset terhadap dokumen dan collaboration management, sehingga informasi yang diberikan pada tiap aset menjadi lebih lengkap dan lebih tersusun. Pengelolaan aset ini dimaksudkan untuk memudahkan perusahaan atau organisasi melakukan proses-proses seperti penempatan fungsional atau proses maintenance pada aset. Pada aplikasi JProlific fungsi-fungsi tersebut diistilahkan dengan istilah fungsi work order dan preventive. Trimble® Manajemen Aset Konstruksi dirancang untuk mengurangi biaya konstruksi melalui peningkatan pemanfaatan aset, peningkatan faktor keselamatan, peningkatan keamanan dari pencurian/ kehilangan, dan peningkatan pemahaman operasi perusahaan dilapangan. Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan oleh Trimble® (www.trimble.com) untuk memanage aset bergerak dan aset di lokasi kerja/ proyek, seperti, truk sampah, bahan bakar truk, mesin sortir/ penilai, generator, pengangkut, dan personil/ pekerjanya. Meski secara pemprograman sangat rumit namun sangat mudah dalam penggunaannya terutama bagi perusahaan konstruksi yang secara bersamaan menggabungkan berbagai informasi, baik lokasi, waktu, dan data-data lainnya, untuk kemudian mengetahui aset konstruksinya. Sistem Trimble® Manajemen Aset Konstruksi menggunakan perangkat keras GPS-BASED yang terinstal di lokasi konstruksi dan GSM/GPRS sebagai penyedia data ke server. Software ini berbasis web yang menampilkan aset secara realtime dan aset dapat dipertunjukkan pada sejumlah peta berbeda, mencakup peta topografis, peta jalan, dan pemotretan dari udara. Dengan menggunakan software ini, perusahaan konstruksi dapat menekan biaya usaha, mengurangi pemakaian bahan bakar, meningkatkan pemanfaatan dan produktivitas asset, sehingga menghasilkan suatu rasio laba modal cepat.

sumber : KLIK

Tidak ada komentar: