Rabu, 06 Januari 2016

LPSE WONOGIRI------Industri Konstruksi Dukung Akselerasi Pembangunan Infrastruktur

 

Dalam upaya mendukung kemajuan Indonesia di masa depan, Pemerintah fokus menggenjot kembali pembangunan infrastruktur pada kuartal tiga tahun ini. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan konsumsi bahan bangunan yang diproduksi industri dalam negeri. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian dalam sambutannya yang dibacakan Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat pada sebuah acara. Syarif meminta kepada pelaku industri bahan bangunan dan kontsruksi dalam negeri agar mendukung percepataan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh Pemerintah sehingga tercapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi. "Melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan kemudahan maupun keringanan bagi proyek-proyek infrastruktur yang menggunakan TKDN tinggi," tutumya. Syarif menyebutkan, beberapa proyek infrastruktur yang sejalan dengan program P3DN, antara lain: (1) Usaha Hulu Migas yang dikoordinasikan oleh SKK Migas dan dilakukan oleh Kontrak Karya Kerjasama (K3S) di bawah Kementerian ESDM; (2) Pembangunan Power Plant & Transmisi, Energi, PT. PLN, PT. PGN di bawah Kementerian BUMN; (3) Pembangunan Infrastruktur jalan, bendungan, jembatan, gedung perumahan di bawah Kementerian PU & Perumahan Rakyat; (4) Pembangunan Jalan Kereta Api, Pelabuhan, Bandara, Transportasi, poros maritim, di bawah Kementerian Perhubungan; serta (5)Pembangunan Telekomunikasi & ITPT. Telkom dibawah Kementerian Komunikasi dan Informasi. 

Sementara itu, Country Director SCG Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT SCG Readymix Indonesia (SRMI) Nantapong Chantrakul mengatakan, para pelaku industri kontruksi saat ini dituntut untuk aktif melakukan penelitian dan pengembangan (litbang) dalam bidang inovasi teknologi sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggannya. Untuk itu, menurut Nantapong, penyelenggaraan seminar ini bertujuan memberikan edukasi dan sarana untuk saling bertukar pengetahuan dan informasi mengenai teknologi terkini dari para pelaku industri kontruksi. Misalnya dalam pembuatan beton modern. "Selain itu, seminar ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang sumber material altematif untuk aplikasi beton yang optimal serta memperluas pandangan mengenai inovasi pada industri kontruksi dalam negeri," ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, komitmen SCG dalam memajukan teknologi konstruksi beton di lndonesia ditandai dengan panandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) untuk mengembangkan dan menyebarkan perkembangan teknologi konstruksi ke masyarakat Indonesia. Selain itu, SCG juga bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan inovasi produk beton baru sesuai kebutuhan pasar. Dapat disampaikan, pada tahun 2015, SCG telah menyiapkan investasi sebesar Rp 1,75 miliar untuk kegiatan litbang yang mendorong terciptanya berbagai inovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. "SCG berkomitmen untuk fokus untuk pengembangan inovasi melalui riset dan pengembangan untuk mengejar visinya menjadi pemimpin bisnis berkelanjutan di ASEAN," kata Nantapong. Sekjen Kemenperin menegaskan, Kementerian Perindustrian telah menyusun Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035 untuk mewujudkan lndonesia menjadi negara industri tangguh. Visi tersebut didukungmelalui pembangunan industri nasional yang memiliki struktur kuat dengan berbasis inovasi dan teknologi sehingga mampu berdaya saing tinggi di tingkat global.


sumber :KLIKLOK

Tidak ada komentar: