Leave a reply
SURABAYA – Kesadaran akan green building, green environment dan
proyek ramah lingkungan terus meningkat. Tuntutan pembeli akan green
building mengharuskan pengembang membangun proyek ramah lingkungan. Ini
momen bagus bagi kelestarian lingkungan, menjaga lingkungan tetap asri,
nyaman dan sehat untuk ditinggali.
Aslakhul Umam Account & Officer Manager BCA Asia Surabaya melihat kesadaran tinggi akan green building terus meningkat. Baik itu dari pembeli dan pengembang, sehingga terjadi sinergi yang saling menguntungkan kedua pihak. Semangat itu kini bisa dilihat dari banyaknya pengembang yang menawarkan proyek property ramah lingkungan, baik untuk skala menengah ataupun besar.
“Dilihat dari jumlahnya masih kecil, baru 30 persen proyek menggunakan konsep green building. Jumlah ini terus meningkat seiring makin tingginya proyek ramah lingkungan atau sustainable construction,” jelasnya.
Umam melihat tidak saja pengembang, pembeli, melainkan juga produsen bahan baku property seperti Pabrikan semen (Holcim, Semen Indonesia, Tiga Roda) dan sejenisnya. Juga produsen seperti batako ringan yang semuanya ramai-ramai menerapkan konsep ramah lingkungan.
“Di Surabaya sendiri, sudah banyak gedung tinggi ramah lingkungan. Salah satunya Graha Wonokoyo yang architect nya yang melakukan recycle facade glass jadi energy. Pengembang besar lain seperti Ciputra, Pakuwon, Intiland juga sudah menerapkan konsep pembangunan ramah lingkungan,” jelasnya.
BCA Asia sendiri sangat concern terhadap proyek ramah lingkungan dan memacu pengembang dan kontraktor untuk menerapkan green construction. Karena dengan konsep hijau menjadi nilai tambah bagi sebuah proyek dimana makin banyak pembeli, khususnya dari perusahaan multinasional yang mensyaratkan kantor yang disewa atau dibangun ramah lingkungan.
Hingga 2017 mendatang, Surabaya bakal menambah 9.452 unit apartemen baru sehingga total pasokan mencapai 18.594 unit. Sementara di sektor perkantoran, meski konsentrasi masih terjadi di Surabaya Pusat, namun secara umum, terdapat tambahan pasokan baru sebanyak 193.081 meter persegi dari 17 proyek perkantoran. Jumlah ini menambah ruang perkantoran menjadi 471.679 meter persegi hingga 2016 mendatang.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengharuskan pengembang untuk membangun secara vertikal. Pasalnya, Surabaya sulit memiliki fasilitas ruang publik dan ruang terbuka hijau.
“Oleh karena itu, mulai sekarang Surabaya tengah mempersiapkan diri menuju Kota Hijau 2020. Regulasi yang perlu didukung, dengan cuaca Surabaya panas, sangat pas bila konsep Kota Hijau diaplikasikan. Sehingga Surabaya tetap menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali. Saat ini penghijauan dan taman di kota Surabaya sudah kelihatan bagus, menjadi penyeimbang teriknya cuaca saat panas,” jelasnya.
Aslakhul Umam Account & Officer Manager BCA Asia Surabaya melihat kesadaran tinggi akan green building terus meningkat. Baik itu dari pembeli dan pengembang, sehingga terjadi sinergi yang saling menguntungkan kedua pihak. Semangat itu kini bisa dilihat dari banyaknya pengembang yang menawarkan proyek property ramah lingkungan, baik untuk skala menengah ataupun besar.
“Dilihat dari jumlahnya masih kecil, baru 30 persen proyek menggunakan konsep green building. Jumlah ini terus meningkat seiring makin tingginya proyek ramah lingkungan atau sustainable construction,” jelasnya.
Umam melihat tidak saja pengembang, pembeli, melainkan juga produsen bahan baku property seperti Pabrikan semen (Holcim, Semen Indonesia, Tiga Roda) dan sejenisnya. Juga produsen seperti batako ringan yang semuanya ramai-ramai menerapkan konsep ramah lingkungan.
“Di Surabaya sendiri, sudah banyak gedung tinggi ramah lingkungan. Salah satunya Graha Wonokoyo yang architect nya yang melakukan recycle facade glass jadi energy. Pengembang besar lain seperti Ciputra, Pakuwon, Intiland juga sudah menerapkan konsep pembangunan ramah lingkungan,” jelasnya.
BCA Asia sendiri sangat concern terhadap proyek ramah lingkungan dan memacu pengembang dan kontraktor untuk menerapkan green construction. Karena dengan konsep hijau menjadi nilai tambah bagi sebuah proyek dimana makin banyak pembeli, khususnya dari perusahaan multinasional yang mensyaratkan kantor yang disewa atau dibangun ramah lingkungan.
Hingga 2017 mendatang, Surabaya bakal menambah 9.452 unit apartemen baru sehingga total pasokan mencapai 18.594 unit. Sementara di sektor perkantoran, meski konsentrasi masih terjadi di Surabaya Pusat, namun secara umum, terdapat tambahan pasokan baru sebanyak 193.081 meter persegi dari 17 proyek perkantoran. Jumlah ini menambah ruang perkantoran menjadi 471.679 meter persegi hingga 2016 mendatang.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengharuskan pengembang untuk membangun secara vertikal. Pasalnya, Surabaya sulit memiliki fasilitas ruang publik dan ruang terbuka hijau.
“Oleh karena itu, mulai sekarang Surabaya tengah mempersiapkan diri menuju Kota Hijau 2020. Regulasi yang perlu didukung, dengan cuaca Surabaya panas, sangat pas bila konsep Kota Hijau diaplikasikan. Sehingga Surabaya tetap menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali. Saat ini penghijauan dan taman di kota Surabaya sudah kelihatan bagus, menjadi penyeimbang teriknya cuaca saat panas,” jelasnya.
SUMBER :KLIK